Arok Dedes - Pramoedya Ananta Toer

AROK DEDES
karya:
Pramoedya Ananta Toer


Kategori: Fiksi, Fiksi Historis, Novel
Tahun terbit: 1999
Jumlah halaman: 559
Rating Goodreads: 4.21
Bahasa: Indonesia

ULASAN:
Tahun 1215 seorang bocah berumur belasan, di kemudian hari dikenal dengan nama Arok, telah mengorganisasi perlawanan secara tidak sadar terhadap Tunggul Ametung. Dalam lima tahun kemudian, berumur dua puluh, telah menjadi taktikus perang, yang mengubah cara berperang gaya Hindu di Jawa, juga seorang politikus dan negarawan dengan gaya sendiri.

Pada tahun 1220 M. atau 1142 Saka, ia memasuki pekuwuan Tumapel sebagai prajurit. Dalam hanya dua bulan ia telah gulingkan Tunggul Ametung dan sendiri marak jadi Akuwu, langsung mengembalikan Magna Charta Erlangga pada kedudukan semula.

Pada tahun 1222 M. atau 1144 Saka, hanya dalam dua tahun, ia telah gulingkan raja terkuat di Jawa, Sri Kretajaya, dan dengan demikian mengembalikan Magna Charta Erlangga untuk seluruh Jawa.

Dari kutipan di atas, jelas sudah. Ini cerita bukan soal mitos atau dongeng silat. Ini soal politik dengan lakon sang Arok sendiri. Pramoedya berusaha menceritakan ulang kisah Ken Arok dengan sudut pandang tanpa mitos-mitos kesaktian yang biasanya memenuhi cerita-cerita tokoh dalam sejarah Indonesia. Di sini, Ken Arok adalah seorang yang cerdas dalam berpolitik, dan bisa tertarik pada seorang wanita, lalu setelah itu, wanita yang lain lagi. Ia menapaki karir politiknya sejak usia belasan tahun dan merangkak perlahan, dengan menyusun siasat dan muslihat, hingga ia akhirnya menduduki jabatan dari orang yang telah lama diincar untuk digulingkannya. 

Pendek kata, Arok di sini adalah manusia biasa yang tengah berusaha, bukan seorang yang sakti mandraguna dengan keris pusaka rampasannya. 

Karena itulah novel ini jadi menarik.

------
(ukuran file: 2 MB)
------

Post a Comment

0 Comments