Bahasa Inggris
The Humans by Matt Haig
THE HUMANS
oleh Matt Haig
Andrew Martin, seorang profesor matematika terkemuka di Cambride University, berhasil mengungkapkan rahasia terbesar dari bilangan prima. Penemuan besar ini menjadi kunci penyingkapan rahasia alam semesta dan menjadi pintu untuk terjadinya lompatan besar dalam teknologi umat manusia, melenyapkan penyakit, dan menghindari kematian. Seandainya saja penemuan itu tidak keburu ketahuan oleh alien yang memandang umat manusia tidak pantas memiliki teknologi semacam itu.
Profesor Martin mati dibunuh karena penemuannya itu dan jasadnya kemudian dirasuki oleh alien yang ditugasi untuk membunuh istri dan anak sang profesor dalam rangka menghilangkan setiap jejak dari penemuan besar sang profesor. Vonnadorians, suatu ras alien yang maju di alam semesta, memandang manusia sebagai spesies terbelakang dan menyukai kekerasan sehingga sangat berbahaya jika penemuan Profesor Martin dikuasai oleh umat manusia.
Sedemikian terbelakangkah umat manusia dalam pandangan alien itu? Sejak awal pembukaan buku, ada sebuah daftar yang isinya tak ada habis-habisnya yang dibuat oleh manusia. Daftar itu berjudul Hal-hal yang Mereka Lakukan untuk Membuat Mereka Bahagia yang Sebenarnya Membuat Mereka Sengsara yang isinya antara lain kesukaan berbelanja, menonton TV, mencari pekerjaan yang lebih baik, membeli rumah yang lebih besar, menulis novel semiautobiografi, mendidik anak-anak mereka, berusaha membuat kulit mereka tampak lebih muda dan menciptakan keyakinan semu bahwa ada makna penting dibalik itu semua.
Tak kurang-kurang, fisik manusia pun digambarkan oleh alien itu sebagai hal yang "ingin membuatnya muntah". Si Alien juga jijik melihat bagaimana manusia makan dan betapa senangnya manusia melakukan kekerasan. ("Mabuk adalah cara manusia untuk melupakan kefanaan mereka, dan dan hangover adalah cara mereka untuk mengingatnya")
Seiring waktu berlalu, seperti sudah bisa ditebak, perasaan ini kemudian akan berbalik seratus delapan puluh derajat. Alasannya, karena tema seperti ini memang bukan hal yang baru dalam fiksi ilmiah. Si Alien kemudian akan menemukan nilai-nilai yang pantas dikagumi dalam kehidupan manusia.
Sudah banyak cerita fiksi ilmiah yang kemudian berakhir dengan kekaguman "alien", yang tadinya berniat memusnahkan umat manusia, terhadap nilai-nilai yang dianut oleh ras yang mereka anggap bodoh ini. Sebut saja, Optimus Prime dengan kawan-kawan robotnya yang datang dari Cybertron, tokoh PeKa dalam film sebuah film India, atau bahkan seorang malaikat dalam film City of Angels.
Lantas, apa yang baru dalam novel ini. Barangkali tidak ada. Adegan alien yang "udik" soal tata cara berpakaian sehingga ia pergi kesana kemari dengan telanjang juga bukan adegan baru dalam novel dengan tema ini. Hanya saja mungkin cerita seperti ini masih kita perlukan sebab objek penelitian di dalamnya tak lain dan tak bukan adalah kita sebagai umat manusia. Artinya kita perlu memahami diri kita sendiri yang memang belum paham-paham juga tentang ras bernama manusia. (sebab kalau sudah paham, tentu dunia tidak akan jadi seperti sekarang, bukan?)
Selain itu, Matt Haig, sang pengarang, juga bisa dikatakan berhasil membangun narasi dalam novel ini. Novel ini cerdas dan humoris, memperlihatkan kepada kita bagaimana si Alien berusaha memahami mengapa umat manusia begitu menghargai kehidupan mereka yang singkat dan brutal, dan yang terpenting mengapa manusia mencintai kehidupannya. Barangkali itulah juga sebabnya mengapa novel ini layak direkomendasikan: sebab dari novel ini kita bisa belajar kembali tentang hal-hal yang membuat kita pantas disebut sebagai "manusia".
Data buku:
Tahun terbit: Mei 2013
Bahasa: Inggris
Jumlah halaman: 285 hal. (edisi hardcover)
Penghargaan:
- Edgar Awar Nominee for Best Novel (2014)
- Goodreads Choice Award Nominee for Science Fiction (2013)
- International Dublin Literary Award Nominee for Longlist (2015)
Status perpus saya: tersedia dalam bentuk pdf berbahasa Inggris.
⏩ download pdf ⏪
Post a Comment
0 Comments